Piala Dunia Alan Pardew Terlalu Banyak Beralasan

Piala Dunia Alan Pardew Terlalu Banyak Beralasan

Piala Dunia Alan Pardew Terlalu Banyak Beralasan

Piala Dunia Alan Pardew Terlalu Banyak Beralasan – Sebuah kata baru telah masuk ke dalam kamus public Geordie, pendukung Newcastle. Kata tersebut adalah pardewed. Kata tersebut dapat diartikan sebagai penenggelaman atau penghancuran kreativitas yang dimiliki pemain, sebagaimana yang dipercaya oleh semakin banyak suporter Newcastle United bahwa korban-korbannya adalah para pemain tim utama Newcastle United saat ini. Pemain-pemain seperti Moussa Sissoko, Yoan Gouffran, dan Sylvain Marveaux dilihat sebagai contoh-contoh pemain yang pardewed tersebut, di mana taktik dari Pardew menenggelamkan kreativitas yang mereka miliki. Pardew memang menampik tudingan dari para supporter tersebut dengan sejumlah alasan dan justifikasi sendiri.

Piala Dunia Alan Pardew Terlalu Banyak Beralasan – Namun memang harus diakui permainan Newcastle sudah terlampau membosankan, dan hanya memainkan sepakbola direct, yang mana gaya bermain yang menekankan bola-bola lambung dari belakang ke depan tersebut membunuh kreativitas yang dimiliki oleh pemain. Tercatat semenjak Natal tahun lalu, Newcastle United kalah sebanyak 12 kali dari 17 pertandingan terakhir, di mana dalam 12 pertandingan mereka gagal untuk mencetak gol. Yang lebih mengkhawatirkan, kekalahan-kekalahan yang dialami melibatkan sejumlah gol sebanyak tiga hingga empat. Puncak permasalahan, rival sekota mereka yaitu Sunderland telah mencetak tiga gol Liga Primer Inggris lebih banyak dari Newcastle United di St. James’ Park sepanjang 2014.

Piala Dunia Alan Pardew Terlalu Banyak Beralasan

Pada pertandingan lawatan ke Britannia Stadium, Stoke, para fans yang bepergian pada akhirnya telah cukup menahan frustrasi mereka. Setelah berbulan-bulan mengarahkan kemarahan kepada sang pemilik klub, Mike Ashley atas kegagalan investasi dalam skuad, kini sang manajer yakni Alan Pardew menjadi sasaran kemarahan mereka. Ia pun merespon dengan menolak tuduhan atas memburuknya penampilan Newcastle, berpendapat bahwa hal tersebut dikarenakan oleh penjualan Yohan Cabaye ke Paris Saint-Germain pada Januari lalu, krisis cedera kecil, dan satu hal yang cukup mencengangkan, media local. Media lokal tak luput ia salahkan karena pemberitaan yang kurang kondusif mendukung klub.

Piala Dunia Alan Pardew Terlalu Banyak Beralasan -Kondisi semakin diperparah dengan kabar yang beredar bahwa ia terlibat konflik dan bersitegang dengan Fabricio Coloccini serta Hatem Ben Arfa. Ben Arfa dikritik karena setiap kali dimainkan, ia gagal menunjukkan tanggung jawab untuk membantu pertahanan, serta sangat mudah kehilangan penguasaan bola karena terlalu lama mencoba mendribel melewati pemain lawan.

Hal lain yang sebenarnya juga mengganggu adalah bagaimana Pardew memperbolehkan anak asuhnya asal Perancis untuk pergi ke Paris menjalani perawatan cedera. Sebagaimana yang dialami oleh Loic Remy, Mathieu Debuchy, dan Moussa Sissoko. Mereka menjalani perawatan di sana yang mana seharusnya dapat disediakan perawatan oleh fisioterapis dari klub sendiri. Mereka juga dinilai terlena akan keluangan yang diberikan Pardew, dengan lamanya waktu yang dibutuhkan bagi mereka kembali ke klub, padahal cedera yang dialami hanyalah cedera minor atau cedera kecil saja. Piala Dunia Alan Pardew Terlalu Banyak Beralasan

Piala Dunia Alan Pardew Terlalu Banyak Beralasan