Pemain Bintang Sepakbola Yang Mandul

Pemain Bintang Sepakbola Yang Mandul

Pemain Bintang Sepakbola Yang Mandul

Kebanyakan pemain bintang sepak bola dunia bermain di liga Eropa.  Mereka bermain untuk klub raksasa Eropa dengan gaji yang tinggi. Para pemain bintang tersebut berharap agar dapat memberi kemenangan bagi tim mereka. Namun, harapan yang ada tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Dari beberapa pemain top yang ada di klub-klub besar, pemain bintang tersebut kadang bermain kurang maksimal, atau dengan kata lain mandul. Tidak berkontribusi dalam mencetak gol bagi klub. Jangankan sebuah gol, terkadang assist pun nyaris tidak muncul dari pemain top tersebut.

Terdapat juga sebagian pemain yang namanya terkenal dan dapat bermain dengan baik bahkan mencetak gol, namun kemudian performa mereka sedikit demi sedikit mulai memudar. Lama – lama mereka tidak mencetak gol dan menjadi pemain yang mandul. Dan bahkan hal yang paling menyakitkan dan tidak habis pikir, sebagian dari beberapa pemain hebat di dunia lebih memilih untuk berada di bangku cadangan. Berikut ini terdapat beberapa striker yang top sampai dengan bulan Desember 2013 yang masih tergolong sebagai pemain mandul, diantaranya:

Fernando Torres

Untuk urusan menjebol gawang, Fernando Torres masih tergolong pemain yang mandul. Sejak didatangkan pada musim dingin 2011 yang lalu dari klub Chelsea, Torres hanya dapat mengumpukan gol sebanyak enam belas gol di Premier League sampai dengan saat ini. Hal ini tentu bertolak belakang dengan prestasi yang pernah diukir Torres saat ia masih menjadi pemain di Liverpool dan Atletico Madrid. Saat memperkuat Atletico Madrid 2001-07 yang lalu Fernando Torres dapat menorehkan 82 gol. Sedangkan bersama Liverpool, tepatnya pada ahun 2007-11, ia mampu membukukan 65 gol di Liga Premier Inggris.

Samuel Eto’o

Eto’o juga membuat penampilan dengan klub barunya Chelsea. Pemain yang berasal dari Kamerun ini tercatat hanya mampu menorehkan dua gol dari delapan penampilannya untuk skuad Chelsea di Premier League. Padahal sebelumnya, ketika ia menjadi striker di Mallorca tahun 2001-04, pemain berusia 32 tahun tersebut mampu menorehkan 54 gol pada pertandingan La Liga. Lalu ia pindah ke klub Barcelona yang mana Eto’o kembali mengemas 108 gol pada musim 2004-09. Ketika memperkuat Inter Milan pada musim 2009-11, pemain ini mampu meraih 63’ gol. Dan saat di Anzhi Makhachkala, Eto’o tidak lupa mengukir prestasinya dalam membuat gol.

Alessandro Matri

Sejak kedatangan Alessandro dari Juventus dengan harga 11 juta Euro, ia tidak dapat memenuhi harapan dari publik. Ia belum mampu memberikan penampilan terbaiknya sebagai pencetak gol yang ulung bagi Rossoneri. Di serie A, Matri hanya dapat menorehkan satu gol dari 12 penampilannya. Sedangkan di pertandinganLiga  Champions, ia tidak bisa menorehkan satu gol-pun dari tiga penampilannya.

Dimitar Berbatov

Saat masih menjadi pemain dari Manchester United, bisa dibilang ia menjadi pemain yang begitu subur. Akan tetapi, pada kenyataannya Berbatov tidak dapat melawan usia. Hal ini terbukti pada saat ia pindah ke Fulham, striker tersebut seakan-akan telah kehilangan kemampuannya dalam mencetak gol. Pemain asal Bulgaria tersebut hanya dapat mencetak satu gol dalam 12 penampilannya dalam Liga Premier Inggris.