Carlo Ancelotti Geram Dengan Wasit

Carlo Ancelotti Geram Dengan Wasit

Carlo Ancelotti Geram Dengan Wasit

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti masih tidak habis pikir atas kegagalan timnya untuk mendulang kemenangan. Walau demikian salah satu hal yang menjadi ganjalannya adalah kartu kuning kedua yang harus diterima Sergio Ramos di pertandingan tersebut, meski kedua tim bermain dengan kondisi 10 lawan 10. Tim binaan Carlo Ancelotti itu menanggapi dengan dingin mengenai kartu merah yang diterima sang kapten, Sergio Ramos saat timnya menahan imbang kubu Osasuna dengan skor 2-2 dan ia mengaku sulit untuk memahami keputusan sang wasit. Oriol Riera terlebih dulu menjebol gawang Diego Lopez di babak pertama dan ia bahkan menggandakan keunggulan timnya saat pertandingan berjalan 39 menit, sebelum poros pertahanan Madrid, Sergio Ramos, dikeluarkan oleh wasit untuk ke-18 kali dalam karir persepakbolaannya.

Isco sempat mencuri gol di babak pertama dengan tendangan dari luar kotak penalti dan Madrid menutup keadaan dengan tandukan yang sempurna masuk ke tiang dekat saat pertandingan tinggal tersisa 10 menit lagi, setelah kubu tuan rumah bermain dengan 10 orang. Sang ahli strategi asal Italia itu mengaku tidak tahu menahu alasan dari wasit yang memberikan kartu merah kepada Ramos atas pelanggaran itu, namun ia memuji penampilan anak-anak asuhannya yang pantang menyerah dan mengimbangi keadaan di laga lawatannya ke El Sadar. “Saya tidak ingin menanggapi sebuah komentar atas keputusan wasit,” tandas Ancelotti kepada pihak media. “Akan tetapi tentu saja hal ini tidak mudah untuk saya mengerti. Yang pertama murni bukan pelanggaran. Saya tidak tahu, mengapa hal itu harus terjadi.

“Yang pasti setelah gol itu tercipta kami seperti kehilangan kendali, namun dalam kurun 20 menit pertama kami sempat bermain cukup baik. Tentu sangat mengejutkan saya ketika pertandingan itu sempat 2-0 dan dalam kondisi kekurangan pemain, anak-anak mampu mengimbangi tuan rumah dan mencuri satu angka di laga tandang pada pekan ini dengan baik. “Salah satu reaksi perlawanan yang sangat baik ditunjukkan oleh anak-anak asuhan saya. Dan tim ini juga sekaligus pantang menyerah hingga menit-menit akhir.” Hasil imbang ini tentu saja merugikan posisi Real Madrid yang tetap bertengger di peringkat ketiga dan mereka terpaut tujuh angka dari juara bertahan Barcelona, yang di laga lainnya mampu mengalahkan Villarreal di Nou Camp.

Sementara itu direktur klub Miguel Pardeza mempertanyakan keputusan wasit Carlos Clos Gomez, atas kartu kuning kedua yang diterima mantan bek Sevilla di pertandingan itu. Dua kartu kuning langsung dirogoh dari kantong sang wasit saat pertandingan berjalan di babak pertama sehingga mempengaruhi keseimbangan Real Madrid secara menyeluruh, bahkan ia juga mengecam kalau timnya  tidak memperoleh penalti saat Luka Modric dilanggar oleh Alejandro Arribas di kotak terlarang. “Tentu saja setiap kartu merah pasti akan mempengaruhi suatu keseimbangan di dalam tim itu sendiri, apalagi kondisi saat itu kami tertinggal dan membuat tekanan yang cukup berlebih bagi Real Madrid,” tekan sang asisten, Pardeza.

Secara mental permainan kami masih baik dan tidak terganggu dengan kartu merah yang diberikan wasit kepada Ramos, namun setidaknya saya melihat bila masih dalam kondisi pemain utuh, kami yakin bisa mencuri tiga angka di pertandingan ini. “Wasit sama sekali tidak menjadi inspirasi bagi kedua tim. Saya juga menganggap, seharusnya kami memperoleh penalti setelah melihat Modric dijatuhkan di kotak terlarang.”