Bola Online Pemalas yang Jenius Sepak Bola

Pemalas yang Jenius Sepak Bola

Pemalas yang Jenius Sepak Bola

Bola OnlineDunia sepak bola berputar dengan cepat karena banyak alasan. Banyak yang kemudian berubah atau berganti bahkan hilang. Peraturan-peraturan banyak yang berganti. Contohnya mengenai perpanjangan waktu sendiri sudah mengalami tiga kali perubahan. Gol emas, gol perak dan kembali ke perpanjangan waktu biasa. Salah satu yang mengalami perubahan juga adalah menu makan para pemain.

Para pemain haruslah menjaga kondisi tubuhnya terjaga. Mereka tidak boleh terlalu gemuk atau terlalu kurus. Tugas para dokter, fisioterapis dan para tenaga ahli kesehatan timlah yang juga bertanggung jawab akan hal tersebut. Apalagi sepak bola masa kini mengharuskan pemain terus berlari dan bergerak cepat mengikuti permainan. Tidak boleh pemain bermalas-malasan atau menunggu bola saja. Jika hal tersebut dilakukan, salah-salah tim akan mengalami kekalahan dan pemain tersebut tidak akan pernah dipakai lagi. Pemain itu kemudian dibangku cadangkan hingga  akhir musim pertandingan. Alamat kiamat bagi si pemain.

Yah sekarang pemain harus terus berlari, berlari dan berlari. Di mana bola berada di situlah pemain seharusnya ada. Namun dahulu, diketahui ada beberapa pemain yang dijuluki “si pemalas” karena enggan berlari tetapi memiliki bakat luar biasa  dan berperan penting bagi tim. Ambil contoh di tim impian AC Milan pertengahan 90-an, ada seorang pemain bernama Dejan Savicevic. Dia dikenal sangat malas berlatih dan enggan berlari jika tidak ada bola di dekatnya. Tetapi, pelatih Fabio Capello tetap mempercayakan sebuah posisi di tim inti kepada Savicevic. Capello mengatakan dengan alasan bahwa Savicevic adalah sebuah pengecualian karena bakatnya yang luar biasa. Padahal Capello dikenal amat disiplin dan salah satu pelatih yang memegang teguh hasil latihan.

Kepercayaan tersebut memang dibayar Savicevic. Pada Final Piala Champions Eropa tahun 1994, Savicevic terus-menerus meneror barisan pertahanan Barcelona dengan umpan-umpan akuratnya kepada para penyerang. Apalagi kemudian ternyata dia sendiri yang berhasil mencetak gol pembuka ke gawang Barcelona. Sebuah lob yang terlihat malas-malasan namun ternyata berhasil melewati garis gawang. Kiper Barca terhenyak, jala Barcelona pun terkoyak. Di sini terlihat Capello tidak berani memarahi Savicevic walaupun dia terlihat malas karena memang perannya sangat penting.

Ada lagi beberapa pemain yang dikenal sebagai “pemain malas” seperti Ronaldinho, Berbatov dan Le Tissier. Ronaldinho bahkan sangat terkenal akan kemalasannya. Bahkan ketika berlari mendribel, dia tampak enggan membawa bola. Namun justru itulah yang sering mengecoh para pemain lawan bahwa Ronaldinho si tonggos murah senyum ini akan mudah dijatuhkan. Nyatanya, bahkan untuk menyentuhnya saja para pemain belakang gagal melakukannya. Di Piala Dunia 2002, Brazil yang menjadi juara dunia dibawah asuhan Big Phil Scolari merupakan Brazil yang kuat dan disiplin bukan Brazil yang seenaknya bebas bergerak. Tapi, lagi-lagi pemain malas berbakat seperti Ronaldinho mendapatkan pengecualian. Jadi jika anda adalah pelatih sepak bola dan menemukan pemain yang sepertinya malas tapi sangat berbakat, jangan langsung membangku cadangkannya, cobalah turunkan mereka bermain dan lihat keajaiban yang akan mereka buat. Bola Online