Berita Bola Online Evan Dimas, Pemimpin Yang Pendiam

Evan Dimas, Pemimpin Yang Pendiam

Evan Dimas, Pemimpin Yang Pendiam

Berita Bola Online – Sebelum gelaran Piala AFF U-19 2013, mungkin masih sedikit pecinta sepak bola Indonesia yang tahu namanya. Tapi setelah tampil gemilang memimpin pasukan U-19 mengalahkan lawan-lawannya sampai akhirnya menjuara turnamen ini membuat nama Evan Dimas tidak hanya dikenal publik sepak bola nasional, bahkan para pelatih tim peserta Piala AFF U-19 juga ikut tahu dan mengakui kehebatan gelandang serang milik Persebaya 1927 ini.

Walaupun terkesan pendiam dan murah senyum diluar lapangan, Evan akan berubah menjadi pemain yang kuat menguasai bola, tidak kenal takut dan lincah memimpin rekan-rekannya di atas lapangan. Ini dibuktikan dengan torehan lima gol yang bisa dibuatnya selama perhelatan. Tidak hanya bisa mencetak gol, Evan juga piawai memberikan assist dang mengatur ritme permainan. Evan menjelma menjadi roh dari permainan memikat timnas U-19 dan juga berhasil memikat pecinta sepak bola nasional. Ketidakhadiran Evan di lini tenga timnas U-19 akan membuat permainan tim menjadi timpang karena tidak ada sosok Evan sebagai dirigen lapangan.

Evan memulai karir sepak bolanya bersama SSB Mitra Surabaya saat masih berumur 11 tahun. Evan dilahirkan oleh keluarga sederhana dimana ayahnya Condro Darmono bekerja sebagai petugas keamanan sedangkan ibunya menjadi ibu rumah tangga biasa dan tinggal di Kelurahan Made, Sambikerep Surabaya. Evan memang pemain istimewa dan menjadi satu-satunya pemain asal Indonesia yang berhasil megikuti pelatihan sepak bola di Barcelona FC atas prakarsa appareal Nike.

Pulang dari menuntut ilmu di Barcelona selama dua pekan, Evan membela Jawa Timur di ajang PON XVIII 2012 yang digelar di Riau walaupun Jawa Timur tampil buruk dalam ajang ini. Pasca PON, Evan kemudian melamar ke Persebaya 1927. Ibnu Graham, mantan pelatih Persebaya menjadi salah satu sosok yang membuka pintu masuk Evan Dimas ke Persebaya dengan merekomendasikan ke klub. Walau tampil gemilang bersama timnas U-19, Evan mengaku masih memiliki banyak kekurangan. Evan mengakui dirinya butuh jam terbang banyak untuk bisa mengembangkan dirinya. Mengenai prestasinya di ajang Piala AFF U-19, Evan menilai itu semua berkat bantuan dari rekan setimnya dan peran para pelatih.

Pelatih timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri juga memberikan pujian untuk Evan. Diakui Indra pemain yang dimilikinya memang bagus di posisi mereka masing-masing tapi belum ada yang mempunyai skill seperti Evan. Pelatih asal Padang ini mengatakan kelebihan yang dimiliki oleh Evan adalah jiwa kepemimpinan walaupun terkesan pribadi pendiam, Evan sangat komunikatif jika sedang bermain di lapangan. Evan juga mempunyai kemampuan membaca pola permaina nlawan dan itu yang menjadikan Evan sebagai panutan pemain lainnya. Indra juga berharap Evan bisa menjadi pemain besar jika bisa tetap rendah hati. Indra juga memuji Evan sebagai pemain yang bisa berperan sebagai breaker sekaligus pengatur serangan dan pemain tipe ini adalah tipe pemain sepak bola yang dibutuhkan oleh semua klub sepak bola. Berita Bola Online