Agen Bola Blunder Terkenal Sepanjang Massa

Blunder Terkenal Sepanjang Massa

Blunder Terkenal Sepanjang Massa

Agen Bola – Kali ini saya akan menyajikan daftar blunder-blunder terkenal sepanjang sejarah sepakbola dunia. Clodoaldo dalam pertandingan final Piala Dunia 1970 antara Brazil dan Italia (4-1). Yang membuat sepakbola Brazil sangat mempesona selama beberapa dekade adalah mereka bisa mempertontonkan sepakbola yang mempesona. Brazil telah lama dikenal sebagai tim yang atraktif, orang Swedia menyebut tim Brazil tahun 1958 sebagai ‘sekumpulan pemain sirkus yang sedang bermain sepak bola ‘ saat Pele cs menjuarai Piala Dunia pertamanya. Namun sepakbola Brazil juga memiliki sisi lain. Mereka juga dikenal memiliki sisi gelap, kekonyolan yang dilakukan disaat yang tidak tepat.

Ada beberapa contoh tentang kekonyolan yang dilakukan timnas Brazil. misalnya hasil akhir di final Piala Dunia 1950 yang bagaikan roller coaster. Seleccao memenangi semua pertandingan di babak grup, dan mereka hanya membutuhkan hasil seri di pertandingan terakhir melawan Uruguay untuk menjadi juara grup – perlu diketahui bahwa Piala Dunia 1950 berlangsung dalam format kompetisi, sempat unggul satu gol, dan blow up media besar-besaran membuat Hari – H ternyata tak menolong nasib mereka. dua gol balasan dari Osvaldo Gigghia menjadi paku peti mati bagi kebanggaan sepakbola brazil. maracana yang pada saat itu dipadati lebih dari 200.000 pengunjung terdiam beku. Selain itu Brazil juga memiliki kekontrasan dalam timnas mereka. ambil contoh keindahan sepakbola pada tim Brazil yang berlaga di Piala Dunia 1958 dan 1982, lalu bandingkan dengan kekasaran dan kekakuan penampilan timnas Brazil di Piala Dunia 1945 dan 1974.

Ada contoh lain yang juga memorable tentang kekonyolan dalam timnas Brazil. mungkin salah satu contoh terbauik adalah final Piala Dunia 1970 antara Brazil dan Italia. Brazil kala itu menghasilkan skor kemenangan yang sangat mungkin menjadi skor terbesar dalam final Piala Dunia sepanjang sejarah. Kendati demikian, performa yang sangat menawan tersebut juga memiliki sisi konyol, ada seorang pemain yang menampilkan salah satu blunder paling terkenal dalam sejarah sepakbola level top. Kala itu Rivelino menunjukkan kehebatannya di babak pertama dengan meluncurkan tendangan bebas indah yang menghujam tepat di sudut jauh gawang kiper Italia, tendangan yang membuat semua orang terpana.

Gol ketiga Brazil juga merupakan gabungan dari keglamoran dan kehebatan. Gerson menemukan Pele saat dia bergerak menerima umpan dari Jairzinho dengan tendangan dari jarak 40 yard (garis tengah lapangan), sebuah umpan dengan akurasi tingkat tinggi, sampai-sampai seorang Tarcisio Burgnich – komandan cattenaccio dan tim inti la grande Inter – terlihat memiliki naluri dan penempatan posisi seperti Paul Konchesky. Saat Burgnich tak percaya dengan akurasi umpan tersebut, Pele bersiap untuk menyambutnya dan melepaskan ayunan kaki dengan tepat. Gol yang menyegel final menjadi milik Brazil.

Toh seperti biasanya, saat ada sekumpulan orang dengan penampilan menawan di lapangan, ada juga pemain yang membuat sorotan pada dirinya sendiri, dalam konotasi yang tentunya berbeda. Clodoaldo, gelandang muda yang berkontribusi besar dalam kejayaan Brazil di Mexico saat dia mencetak gol penyama kedudukan di semifinal melawan Uruguay. Gol yang dicetaknya saat semifinal berhasil membunuh dan membalas dendan Uruguay yang telah “mencuri” Piala Dunia di rumah mereka.

Dalam pertandingan final setelah Brazil mencetak satu gol, Clodoaldo membuat aksi yang dapat diingat dengan jelas oleh semua mata yang melihatnya. Dia melakukan backheel dengan buruk, dan bola hasil backheelnya direbut dengan mudah oleh Bobo Boninsegna yang mencetak gol penyama kedudukan. Tentu saja, blunder tersebut dapat membuat rakyat Brazil trauma seperti saat melawan Uruguay di final Piala Dunia 1950. Beruntung Brazil memiliki pemain depan yang dahsyat seperti Rivelino, Gerson, Pele dan Jairzinho yang bisa mengacak-ngacak pertahanan tim manapun. Agen Bola